August 01, 2009
menulis dan beramal
| menurutmu? |
July 20, 2009
Mari Temukan KEKUATAN dalam KETERPURUKAN
Hello worlds! :)
Well..Aku menghabiskan waktu liburanku dgn hal2 yang sangat nggak pernah aku duga sebelumnya, sama sekali. Nggak usahlah ditanya apa atau mengapa. Aku cuma pengen menjelaskan ‘sisa’ liburanku yang membuatku beberapa minggu hanya keluar kamar untuk makan atau ke kamar mandi. Aku membaca tumpukan buku2 yg belum atau sudah aku baca sbelumnya. Yang belum aku baca sebelumnya, ‘tentu saja’ beberapa buku pendukung mata kuliah yang ternyata hanya menjadi pemenuh rak bukuku, sebagai status aku sudah kuliah, menggantikan buku tulis, lembar kerja siswa atau buku ampuh karangan lembaga bimbingan belajar. Yang sudah pernah kubaca sebelumnya, oke, sebaliknya, komik dan novel yang sudah penuh debu.
Saat semua buku habis kulahap, akupun kebingungan. Aku tak punya akses komunikasi apapun karena ‘hal-hal-tak-terduga-selama-liburan’ itu. Akupun kini tahu bagaimana rasanya menjadi seperti Aung San Suu Kyi. Oke, berlebihan.
Aku memutuskan untuk melihat2 hasil tulisanku di laptop. Inilah yang aku bilang balasan, hikmah, atau apapunlah kau mau menyebutnya. Di saat pikiran yang kacau balau, sekacau apapun, kita sebenarnya masih mempunyai sisi ‘jenius’. Ya, aku berani mengatakan begitu, karena kali ini, untuk ketujuh kalinya aku mengalami saat-saat seperti ini. Jangan pernah bicara ‘kebetulan’, aku sangat tidak setuju, karena aku yakin semua telah diatur. Apa sih yang aku bicarakan ini..
Oke, aku menemukan, anggaplah ‘antologi’ sekadar tulisanku, yang selama ini kusimpan di dalam folder bernama ‘Menjaga Beku’. Ini awalnya hanyalah tulisan tak beralasan. Ya, sejak awal kuliah, aku suka menulis hampir tiap malam satu judul, tanpa pernah ada alasan untuk curhatlah, mengenang siapapunlah, atau malah ingin membukukannya, sama sekali tidak (Untuk alasan dibukukan, aku sebenarnya punya draft novel komedi yang entah kenapa, dari SMA, hingga sekarang masih saja stuck di halaman 23). Oke, lanjut, kubuka folder ‘MB’ ini, aku terkejut saat kulihat ternyata jumlah tulisannya ada 43 file, yang berarti 43 judul. Aku selama ini memang hanya ‘buka-tulis-tutup’. Kadang ada beberapa yang kucoba sharing di notes facebook, hanya untuk melihat feedback dr teman2ku, tanpa kusadari sudah sebanyak ini. Ada dorongan (sangat) kuat, entah harus kusebut apa, yang memotivasiku untuk doing something dr 43 files tak berdaya ini.
Kawan, pernahkah kau mendengar kata-kata “Jangan kau terus2an mencoba menghapuskan kekuranganmu saja, karena kau tidak akan mendapat apa2. Tapi, yang harus kau lakukan adalah mengubah kekuranganmu, untuk selanjutnya menjadi kelebihan yang membanggakan pada dirimu”. Aku pernah mendengarnya dari teman dekatku di SMP, dan kali ini aku mencoba menerapkannya. Kelemahan atau kekuranganku adalah aku kurang bisa berfikir, menulis dan berkata dengan SISTEMATIS. Ya, aku akui itu. Dan di folder ‘MB’ ini pula, aku dapati, ternyata antara judul yang satu dengan yang lain sama sekali berbeda, tapi ada sebenarnya sesuatu yang menghubungkannya, bila diurutkan. Ya, diurutkan. Kawan, aku akui ke-43 judul ini memang bertema cinta, cinta dengan lawan jenis, teman, orang tua hingga Tuhan. Selama ini, penafsiranku adalah folder ‘MB’ ini bertema cinta, cukup itu saja. Terlalu general, memang. Akhirnya, setelah kubaca semua judul, aku mendapati tema2 yang lebih khusus ; menanti seseorang, merasa bersalah, rasa rindu kepada orang tua, melihat lebih jauh hubungan dengan Tuhan, macam2. Sampai aku reduksi lagi ke dalam foder2 baru, hingga terfikir olehku, semua tema-tema ini membentuk fase-fase kehidupan seseorang. Hingga kudapat lima fase kehidupan yaitu Menantinya, Mengenangnya, Melupakannya, Melepasnya, dan Meraih Nya. Ya, tidakkah kau lihat semua itu fase perjalanan seseorang yang tersesat atas nama okelah, cinta pada nya, (yang sebenarnya telah tiada), menjadi kerinduan yang mendalam pada Nya, -dengan N kapital-.
Tak sampai di situ saja, kubuat prolog, latar belakang tokoh, mengemas lagi tulisan2 di setiap fase, hingga epilog. Dan oke, sudah kukatakan semua tulisan ini hanya tulisanku yang tak beralasan, tak usah kau pusingkankanlah ini pengalaman siapa, nyata atau tidak, karena antara penulis dan tulisannya, sebenarnya menurutku, ada yang memisahkannya ; privasi.
Dan kini, aku, pasca ‘hal-hal-tak-terduga-selama-liburan’ dengan segala keterbatasan waktu dan sebagainya, dengan berbagai tumpukan fucking silly problems di otakku, aku bisa doing something.
Sama sekali tak ada kesombongan. Aku hanya ingin menunjukkan kita bisa sebenarnya melakukan hal berarti dan membanggakan (setidaknya merasa bangga pada diri sendiri), di KONDISI APAPUN. Tak ada istilah kebetulan, apalagi keberuntungan. Semua hanya perlu dipikirkan, dirasakan, dan cobalah untuk out of the box. Aku tak pernah mengatakan semua ini sebagai ‘pelampiasan’. Jangan, jadikan saja ini sebagai kekuatan dr dalam dirimu, temukan saja, tidak hanya menulis, bisa apa saja, dan lakukanlah, sambil kita introspeksi atas masalah yang sedang menimpa kita. Maka hasilnya, akan menjadi introspeksi yang ‘menghasilkan’. Haha, dasar tidak mau rugi.
Ingin bermeditasi dulu untuk menemukan ‘kekuatan’mu sendiri, kawan?. Mungkin kau bisa merenung sambil mendengarkan lagu2 :
- LIFEHOUSE - EVERYBODY IS SOMEBODY
- KT TUNSTALL – HEAL OVER
- JET - KINGS HORSES
- Lagu2 JACK JHONSON atau MJ, mungkin, hehe…
Keep trying, enjoy !
J
*NB : tidak ada riset yg membuktikan ke-jadul an lagu membuat kita bosan, lagu2 seperti di atas, menurutku, adalah berbagai contoh dr lagu jadul yang mantaB –pake B- hihihi
| menurutmu? |
July 14, 2009
WHAT A LIFE .
Menjaga Beku
Entah sampai kapan rasa ini terus dan tetap tersimpan hingga tak satupun yang dapat menggantinya. Saat semuanya telah berlalu, ia pun tetap di sini, tetap dapat ku rasakan ia merangkul beku ini, menjaganya agar tak mencair oleh rayuan waktu dan logika. Hingga tak tersadar olehku, sebenarnya dia yang jauh di sana, sama sekali tak melakukannya. Ia hanya diam, tak peduli tetap membeku atau ‘kan mencair. Yang ia tahu, kisah di masa itu hanya sebuah prolog dalam perjalanan hidup kami, yang tak akan bertepi, terus berjalan walau bagaimanapun keadaannya, terseok-seok pun tetap tak terhenti, semua harus tetap berjalan, hingga di suatu masa, epilog itu akan tercipta, epilog yang menjadi tujuan kami. Dan bagiku, epilog itu yang akan menentukan apakah ia akan mencair oleh beku ku? Atau ia akan menyuruhku mencair, dengan membiarkan waktu dan logika ini menguasaiku?. Dan ia, akan terus berjalan mencari rumah terakhirnya, dengan membawa kebekuanku, namun tanpa meninggalkan rasa yang boleh ‘tuk ku miliki. Ia akan tenang di rumah terakhirnya, dan walaupun itu, bukan aku.
Aku masih punya hati. Aku bukan seorang pembajak komitmen. Mengobral pun aku tak mampu. Kamu, ya, k-a-m-u, boleh merasakan dan menyembuhkan luka ini. Tapi hanya dengan ‘antiseptik’mu, bukan dengan yang lain. Karena kau tak akan bisa membiusku dan membuang kebekuan ini. Keras dan beku. Tetap akan begitu, hingga hanya dia yang memegang kuncinya, hanya dia yang boleh membiusku. Kamu hanya akan dapat berdiri menanti dari luar saja. Atau jika aku sedang sangat merasa kasihan olehmu, dan gombalan malaikatku mampu mencairkan –satu tetes- dari beku itu, aku akan memperbolehkanmu melangkah lebih dekat, hingga kamu dapat 'melihat'ku dengan jelas, namun tetap akan ada pagar amat tinggi yang menjaga agar kau tak lancang masuk dengan seenaknya. Stop, cukup sampai di sini, aku tak mau lagi memberi dispensasi dan menutup rapat-rapat diriku dari semua rayuan yang datang. Biarlah aku di sini menantinya, karena aku tak akan mencarinya, tapi ia yang akan menemukanku. Dan kamu, bebas memilih hidupmu. Bukan ku tak peduli. Namun, alasan yang akan kau dapatkan dariku hanyalah ‘Jika ia telah datang, ku yakin kamu bukanlah orang yang berhak menetap selamanya di sini, aku pun yakin pada masanya nanti, saat takdir membawanya untukku lagi, aku untuk dia, itu mutlak bagiku’. Maka aku harus memberimu kesempatan untuk menemukan kartu matimu sendiri.
Otakku hanya berkata “Dia mutlak untukku!”. Walaupun begitu, aku memang hanya bisa menghadirkannya lewat ekspektasi berlebihanku. Apa dayaku?, mengharap takdir mungkin bisa jadi jawaban sementaraku, daripada aku harus benar-benar menjadi 'hantu-yang-menghantui-pikirannya-dengan-bayangku' agar dia menyadari hadirku?. Aku tak peduli dia di sana akan mendengar jeritanku ini atau tidak. Aku hanya ingin berbicara dengan sorot matanya lewat tulisanku. Apapun itu, aku tak peduli, sungguh tak peduli dengan semuanya, aku hanya inginkan dia. Dia tetaplah dia, yang akan kukenang seperti pertama kali kumelihatnya, dia yang membuyarkan lamunanku dengan kalimat "Hei, kamu sudah hampir lima menit melihatku terus!" nya.
| menurutmu? |
MY NEW LAYOUT ^^
| menurutmu? |
July 02, 2009
MELEPAS PASUNGAN *
Menarilah di atas rindu ini, agar menuntunku lepas darimu.
Sambutlah sinar yang ada dari tiap celah itu, agar ia tahu betapa kuatnya aku.
Kepakkan sayap, beranilah untuk manjauh dari sangkarnya,
AGAR DIA TAHU, BAHWA AKU BISA.
.
Ini bukan impian.
Sungguh realisasi semua angan menjadi asa dan bukti.
Agar kau tahu saja, kau tak berhak megatur roda kehidupanku untuk terus menunduk di bawahmu.
Perang batin, logika dan waktu itu telah berakhir.
Cukup sudah bagiku membagi seluruh peluhku hanya untukmu.
Takkan ada lagi pinta dariku untuk meminjam bayangmu hadir di mimpiku.
.
Aku butuh penyemangat, dan lagu ini ** melakukannya.
Senandung ini bukanlah tangisan, hanya pengobat perih.
Aku tak butuh banyak waktu untuk menghapus luka ini sebelum ku sampai di bait terakhir lagu ini.
Buang congkakmu, jangan kau kira aku tak mampu.
‘Kan kudongakkan dagu ‘tuk melawan dunia, ku tegar bersama Tuhan di sisiku.
Takkan kulawan dirimu, bukan tak mampu, tapi ku tak sudi.
.
Sempurna.
Tapi skenario terencana ini bukan dariku.
Tuhan adil, menunjukkan kuasaNya dengan berada di pihakku.
Siapa yang sudi membelamu setengah mati? Setan pun perlu berpikir dua kali.
.
Aku, tlah kutunjukkan aku mampu. Bukan ku sombong, hanya membela diri.
Ku takkan menunggu waktu untuk mengahapusmu dari hidupku.
Namun, bila kau nekat coba masuki lagi duniaku, bukan salahku jika kau harus mengaduh kesakitan di atas kasur dan kamar serba putih, berbau antiseptik, dengan perban yang setia membalut tubuh kekarmu itu.
--------------------------
* : BUAT SAHABATKU ANNISA PUTRI, TIAP ORANG PUNYA HAK BUAT BEBASS!!
** : Kt tunstall - Heal Over
| menurutmu? |
February 24, 2009
ketika waktu yang menenentukan itu DATANG
.
Yang aku bingungin, bs ga sih kita tetep ngelakuin sesuatu dgn se-enjoy mungkin, walopun, kita udah dikejer2 deadline? Bisaa ga sih kita yang menaklukkan deadline, bukan kita yang diperbudak deadlin? Oke, emang kita, sbage dedliner (halah) udah kodratnya diperbudak oleh deadline itu sendiri, tapi harusnya ada dong cara yang jitu bin jenius yang bisa bikin kita tetep ngelakuin pekerjaan itu dengan rasa enjoy, seneng, en ga terbebani, tapi kita tetep inget kalo deadline udah nungguin kita kayak ibu kos nungguin kita bayar duid kos-an ?????
C U M A
N A N Y A
| menurutmu? |
February 18, 2009
My 3's definitely trully facts
| menurutmu? |
February 17, 2009
P l u r a l i s m ?
| menurutmu? |
February 10, 2009
dufan : bukti nyata masa kecil kurang bahagia




| menurutmu? |
February 08, 2009
Masih Liburan, Liburan penuh kucing




"Akyu sih ga masalah si Item berpaling sama si Belang, toh masih ada Silvester ato Jerry musuhnya Tom itu, yang
bakal melamar aku, Besok! Liat aja... nanti aku juga bakal kawin terang2an di depan si Item, di atas tiang bendera, pas murid2 lagi upacara!!"
.
^_^ v
| menurutmu? |


