August 01, 2009

menulis dan beramal

hello worlds!
:)

sekadar sharing info, aku baru aja berkontribusi untuk program kumpulan cerpen 'Pertama Kalinya!' , nice project yang digagas Sitta Karina, Gramedia, dan GNOTA.

project ini merupakan kesempatan bagi siapapun yang pengen menyumbangkan hasil karya nya, sekaligus beramal. Ya, proyek ini nantinya, akan menyeleksi naskah cerpen yang masuk jadi 10 cerpen terplilih, trus dibuat antologi cerpen bertajuk 'Pertama Kalinya!'. Royalti hasil penjualan kumpulan cerpen ini nantinya, bakal disumbangin ke GNOTA, buat membantu mereka yg putus sekolah, agar bisa kembali memperoleh hak nya sebagai pelajar.

emang sih, pengumumannya masih lama, 10 Februari 2010, mengingat batas akhir pengumpulan naskah nya diperpanjang jadi 31 Desember 2009. Tapi apa salahnya nyoba?.
dapetin info dan syarat2nya di sini 

July 20, 2009

Mari Temukan KEKUATAN dalam KETERPURUKAN

Hello worlds! :)

 

Well..Aku menghabiskan waktu liburanku dgn hal2 yang sangat nggak pernah aku duga sebelumnya, sama sekali. Nggak usahlah ditanya apa atau mengapa. Aku cuma pengen menjelaskan ‘sisa’ liburanku yang membuatku beberapa minggu hanya keluar kamar untuk makan atau ke kamar mandi. Aku membaca tumpukan buku2 yg belum atau sudah aku baca sbelumnya. Yang belum aku baca sebelumnya, ‘tentu saja’ beberapa buku pendukung mata kuliah yang ternyata hanya menjadi pemenuh rak bukuku, sebagai status aku sudah kuliah, menggantikan buku tulis, lembar kerja siswa atau buku ampuh karangan lembaga bimbingan belajar. Yang sudah pernah kubaca sebelumnya, oke, sebaliknya, komik dan novel yang sudah penuh debu.

 

Saat semua buku habis kulahap, akupun kebingungan. Aku tak punya akses komunikasi apapun karena ‘hal-hal-tak-terduga-selama-liburan’ itu. Akupun kini tahu bagaimana rasanya menjadi seperti Aung San Suu Kyi. Oke, berlebihan.

 

Aku memutuskan untuk melihat2 hasil tulisanku di laptop. Inilah yang aku bilang balasan, hikmah, atau apapunlah kau mau menyebutnya. Di saat pikiran yang kacau balau, sekacau apapun, kita sebenarnya masih mempunyai sisi ‘jenius’. Ya, aku berani mengatakan begitu, karena kali ini, untuk ketujuh kalinya aku mengalami saat-saat seperti ini. Jangan pernah bicara ‘kebetulan’, aku sangat tidak setuju, karena aku yakin semua telah diatur. Apa sih yang aku bicarakan ini..

 

Oke, aku menemukan, anggaplah ‘antologi’ sekadar tulisanku, yang selama ini kusimpan di dalam folder bernama ‘Menjaga Beku’. Ini awalnya hanyalah tulisan tak beralasan. Ya, sejak awal kuliah, aku suka menulis hampir tiap malam satu judul, tanpa pernah ada alasan untuk curhatlah, mengenang siapapunlah, atau malah ingin membukukannya, sama sekali tidak (Untuk alasan dibukukan, aku sebenarnya punya draft novel komedi yang entah kenapa, dari SMA, hingga sekarang masih saja stuck di halaman 23). Oke, lanjut, kubuka folder ‘MB’ ini, aku terkejut saat kulihat ternyata jumlah tulisannya ada 43 file, yang berarti 43 judul. Aku selama ini memang hanya ‘buka-tulis-tutup’. Kadang ada beberapa yang kucoba sharing di notes facebook, hanya untuk melihat feedback dr teman2ku, tanpa kusadari sudah sebanyak ini. Ada dorongan (sangat) kuat, entah harus kusebut apa, yang memotivasiku untuk doing something dr 43 files tak berdaya ini.

 

Kawan, pernahkah kau mendengar kata-kata “Jangan kau terus2an mencoba menghapuskan kekuranganmu saja, karena kau tidak akan mendapat apa2. Tapi, yang harus kau lakukan adalah mengubah kekuranganmu, untuk selanjutnya menjadi kelebihan yang membanggakan pada dirimu”. Aku pernah mendengarnya dari teman dekatku di SMP, dan kali ini aku mencoba menerapkannya. Kelemahan atau kekuranganku adalah aku kurang bisa berfikir, menulis dan berkata dengan SISTEMATIS. Ya, aku akui itu. Dan di folder ‘MB’ ini pula, aku dapati, ternyata antara judul yang satu dengan yang lain sama sekali berbeda, tapi ada sebenarnya sesuatu yang menghubungkannya, bila diurutkan. Ya, diurutkan. Kawan, aku akui ke-43 judul ini memang bertema cinta, cinta dengan lawan jenis, teman, orang tua hingga Tuhan. Selama ini, penafsiranku adalah folder ‘MB’ ini bertema cinta, cukup itu saja. Terlalu general, memang. Akhirnya, setelah kubaca semua judul, aku mendapati tema2 yang lebih khusus ; menanti seseorang, merasa bersalah, rasa rindu kepada orang tua, melihat lebih jauh hubungan dengan Tuhan, macam2. Sampai aku reduksi lagi ke dalam foder2 baru, hingga terfikir olehku, semua tema-tema ini membentuk fase-fase kehidupan seseorang. Hingga kudapat lima fase kehidupan yaitu Menantinya, Mengenangnya, Melupakannya, Melepasnya, dan Meraih Nya. Ya, tidakkah kau lihat semua itu fase perjalanan seseorang yang tersesat atas nama okelah, cinta pada nya, (yang sebenarnya telah tiada), menjadi kerinduan yang mendalam pada Nya, -dengan N kapital-.

 

Tak sampai di situ saja, kubuat prolog, latar belakang tokoh, mengemas lagi tulisan2 di setiap fase, hingga epilog. Dan oke, sudah kukatakan semua tulisan ini hanya tulisanku yang tak beralasan, tak usah kau pusingkankanlah ini pengalaman siapa, nyata atau tidak, karena antara penulis dan tulisannya, sebenarnya menurutku, ada yang memisahkannya ; privasi.

 

Dan kini, aku, pasca ‘hal-hal-tak-terduga-selama-liburan’ dengan segala keterbatasan waktu dan sebagainya, dengan berbagai tumpukan fucking silly problems di otakku, aku bisa doing something.

 

Sama sekali tak ada kesombongan. Aku hanya ingin menunjukkan kita bisa sebenarnya melakukan hal berarti dan membanggakan (setidaknya merasa bangga pada diri sendiri), di KONDISI APAPUN. Tak ada istilah kebetulan, apalagi keberuntungan. Semua hanya perlu dipikirkan, dirasakan, dan cobalah untuk out of the box. Aku tak pernah mengatakan semua ini sebagai ‘pelampiasan’. Jangan, jadikan saja ini sebagai kekuatan dr dalam dirimu, temukan saja, tidak hanya menulis, bisa apa saja, dan lakukanlah, sambil kita introspeksi atas masalah yang sedang menimpa kita. Maka hasilnya, akan menjadi introspeksi yang ‘menghasilkan’. Haha, dasar tidak mau rugi.

 

Ingin bermeditasi dulu untuk menemukan ‘kekuatan’mu sendiri, kawan?. Mungkin kau bisa merenung sambil mendengarkan lagu2 :

-       LIFEHOUSE - EVERYBODY IS SOMEBODY

-       KT TUNSTALL – HEAL OVER

-       JET - KINGS HORSES

-       Lagu2 JACK JHONSON atau MJ, mungkin, hehe…

 

Keep trying, enjoy !

J

 

*NB : tidak ada riset yg membuktikan ke-jadul an lagu membuat kita bosan, lagu2 seperti di atas, menurutku, adalah berbagai contoh dr lagu jadul yang mantaB –pake B- hihihi

July 14, 2009

WHAT A LIFE .

Aku (sangat) senang menulis. Menulis membuatku semakin tergelitik untuk menemukan hal baru tentang apa yang aku pikirkan, apa yang aku rasakan, dan APA YANG AKU MAU.

Ya, semua yang aku lakukan untuk tulisanku (memilih kata ganti orang, menentukan alur, menentukan konflik dan ending cerita), aku percaya adalah implementasi dari apa yang aku inginkan di hidupku. Walaupun begitu, bukan berarti aku harus menuliskan pengalaman pribadiku benar2 menjadi cerita dalam tulisanku. Intinya, aku tidak suka mengembel-embelkan 'based on true story lhooo..' di setiap tulisanku. Sekalipun itu memang pengalaman pribadiku, aku lebih suka 'melimpahkan' kejadian2 itu kepada nama tokoh yang aku buat.

Belakangan, tepatnya mulai awal kuliah, aku senang menulis bukan dari pengalaman pribadi, bukan dari pengalaman orang lain, dan bukan dari apa yang aku dengar atau lihat. Aku lebih suka menciptakan tokoh khayalanku sendiri, menciptakan cerita sendiri, benar2 ingin menggunakan seluruh kapasitas otakku yang l.e.m.o.t ini. 

Oh ya, tapi aku lebih suka dengan tulisan monolog, lebih membuatku merasa bebas dengan metafora yang aku buat. Orang-orang mrngatakan ini puisi, tapi aku sama sekali tidak menemukan ciri2 puisi yang sah di tulisanku ini. Karena aku tidak memakai kalimat yang multitafsir, akupun mencoba lebih obyektif. 

Namun, salah satu tulisanku yang benar2 hanya berdasarkan khayalanku ini, yaitu yang berjudul 'Menjaga Beku', sama sekali tak aku sangka, benar2 menjadi keyataan, di dalam hidupku. Oh, what a life. apakah ini karma?.

Inilah tulisanku yang berjudul 'Menjaga Beku'. Aku membuatnya 7 April 2009 :


Menjaga Beku

Entah sampai kapan rasa ini terus dan tetap tersimpan hingga tak satupun yang dapat menggantinya. Saat semuanya telah berlalu, ia pun tetap di sini, tetap dapat ku rasakan ia merangkul beku ini, menjaganya agar tak mencair oleh rayuan waktu dan logika. Hingga tak tersadar olehku, sebenarnya dia yang jauh di sana, sama sekali tak melakukannya. Ia hanya diam, tak peduli tetap membeku atau ‘kan mencair. Yang ia tahu, kisah di masa itu hanya sebuah prolog dalam perjalanan hidup kami, yang tak akan bertepi, terus berjalan walau bagaimanapun keadaannya, terseok-seok pun tetap tak terhenti, semua harus tetap berjalan, hingga di suatu masa, epilog itu akan tercipta, epilog yang menjadi tujuan kami. Dan bagiku, epilog itu yang akan menentukan apakah ia akan mencair oleh beku ku? Atau ia akan menyuruhku mencair, dengan membiarkan waktu dan logika ini menguasaiku?. Dan ia, akan terus berjalan mencari rumah terakhirnya, dengan membawa kebekuanku, namun tanpa meninggalkan rasa yang boleh ‘tuk ku miliki. Ia akan tenang di rumah terakhirnya, dan walaupun itu, bukan aku.

Aku masih punya hati. Aku bukan seorang pembajak komitmen. Mengobral pun aku tak mampu. Kamu, ya, k-a-m-u, boleh merasakan dan menyembuhkan luka ini. Tapi hanya dengan ‘antiseptik’mu, bukan dengan yang lain. Karena kau tak akan bisa membiusku dan membuang kebekuan ini. Keras dan beku. Tetap akan begitu, hingga hanya dia yang memegang kuncinya, hanya dia yang boleh membiusku. Kamu hanya akan dapat berdiri menanti dari luar saja. Atau jika aku sedang sangat merasa kasihan olehmu, dan gombalan malaikatku mampu mencairkan –satu tetes- dari beku itu, aku akan memperbolehkanmu melangkah lebih dekat, hingga kamu dapat 'melihat'ku dengan jelas, namun tetap akan ada pagar amat tinggi yang menjaga agar kau tak lancang masuk dengan seenaknya. Stop, cukup sampai di sini, aku tak mau lagi memberi dispensasi dan menutup rapat-rapat diriku dari semua rayuan yang datang. Biarlah aku di sini menantinya, karena aku tak akan mencarinya, tapi ia yang akan menemukanku. Dan kamu, bebas memilih hidupmu. Bukan ku tak peduli. Namun, alasan yang akan kau dapatkan dariku hanyalah ‘Jika ia telah datang, ku yakin kamu bukanlah orang yang berhak menetap selamanya di sini, aku pun yakin pada masanya nanti, saat takdir membawanya untukku lagi, aku untuk dia, itu mutlak bagiku’. Maka aku harus memberimu kesempatan untuk menemukan kartu matimu sendiri.

Otakku hanya berkata “Dia mutlak untukku!”. Walaupun begitu, aku memang hanya bisa menghadirkannya lewat ekspektasi berlebihanku. Apa dayaku?, mengharap takdir mungkin bisa jadi jawaban sementaraku, daripada aku harus benar-benar menjadi 'hantu-yang-menghantui-pikirannya-dengan-bayangku' agar dia menyadari hadirku?. Aku tak peduli dia di sana akan mendengar jeritanku ini atau tidak. Aku hanya ingin berbicara dengan sorot matanya lewat tulisanku. Apapun itu, aku tak peduli, sungguh tak peduli dengan semuanya, aku hanya inginkan dia. Dia tetaplah dia, yang akan kukenang seperti pertama kali kumelihatnya, dia yang membuyarkan lamunanku dengan kalimat "Hei, kamu sudah hampir lima menit melihatku terus!" nya.  


.
Well. Aku saat ini benar2 berperan menjadi 'aku' di kehidupanku, di kenyataan yang harus aku hadapi sekarang. Bedanya, 'k-a-m-u' dalam tulisan itu sudah mulai menghilang, dan memang aku harus benar2 menanti dan menjaga hatiku untuk 'nya'.

Temenku bilang, 'Kalo gitu, mulai sekarang kamu nulis yang hepi2 aja, biar kalo kejadian di kenyataanmu, yang hepi2 juga..'. Tapi..sperti yg aku bilang di awal postingan tadi, aku hanya menuliskan apa yang aku mau. Apa itu berarti yang aku inginkan memang yang sedih2?.

Wah, gawat.. What a life. 

MY NEW LAYOUT ^^

aku belom secara resmi 'berkomitmen' untuk selalu setia sama Blog ku ini. Well, males memang jd alasan utama. Aku juga jarang blog-walking. Tapi aku selalu pengen ngeliat ada samting2 di blog ku, selain tulisan. Mungkin background ato layout bs jadi 'samting' yang aku maksud itu. Ada perasaan 'wah blog kuu..', semacam perasaan yang bs jd alat untuk menghibur diriku sendiri.

Here is. My new layout from Simply Fabulous Blogger Templates. Aku suka, simple..

Well. aku iri sama mereka yang udah bs bener2 'berkomitmen' sama blog nya. Smoga aq ga cm ber-  'wah blog kuu..' aja, tp lebih dari itu, aku pengen blog-walking, pengen lebih sering update postingan, pengen 'melejitkan' blog ku. That's what blog(s) are for.

s e m o g a !!!
^^

July 02, 2009

MELEPAS PASUNGAN *

Menarilah di atas rindu ini, agar menuntunku lepas darimu.

Sambutlah sinar yang ada dari tiap celah itu, agar ia tahu betapa kuatnya aku.

Kepakkan sayap, beranilah untuk manjauh dari sangkarnya,

AGAR DIA TAHU, BAHWA AKU BISA.

.

Ini bukan impian.

Sungguh realisasi semua angan menjadi asa dan bukti.

Agar kau tahu saja, kau tak berhak megatur roda kehidupanku untuk terus menunduk di bawahmu.

Perang batin, logika dan waktu itu telah berakhir.

Cukup sudah bagiku membagi seluruh peluhku hanya untukmu.

Takkan ada lagi pinta dariku untuk meminjam bayangmu hadir di mimpiku.

.

Aku butuh penyemangat, dan lagu ini ** melakukannya.

Senandung ini bukanlah tangisan, hanya pengobat perih.

Aku tak butuh banyak waktu untuk menghapus luka ini sebelum ku sampai di bait terakhir lagu ini.

Buang congkakmu, jangan kau kira aku tak mampu.

‘Kan kudongakkan dagu ‘tuk melawan dunia, ku tegar bersama Tuhan di sisiku.

Takkan kulawan dirimu, bukan tak mampu, tapi ku tak sudi.

.

Sempurna.

Tapi skenario terencana ini bukan dariku.

Tuhan adil, menunjukkan kuasaNya dengan berada di pihakku.

Siapa yang sudi membelamu setengah mati? Setan pun perlu berpikir dua kali.

.

Aku, tlah kutunjukkan aku mampu. Bukan ku sombong, hanya membela diri.

Ku takkan menunggu waktu untuk mengahapusmu dari hidupku.

Namun, bila kau nekat coba masuki lagi duniaku, bukan salahku jika kau harus mengaduh kesakitan di atas kasur dan kamar serba putih, berbau antiseptik, dengan perban yang setia membalut tubuh kekarmu itu.  

--------------------------

* : BUAT SAHABATKU ANNISA PUTRI, TIAP ORANG PUNYA HAK BUAT BEBASS!!


** : Kt tunstall - Heal Over

February 24, 2009

ketika waktu yang menenentukan itu DATANG

Aku ga tau kenapa semua orang (termasuk aku) takut sama...oke, bukan deadline, tp dateline. Whatever lah, pokoknya dateline a.k.a deadline itu lah..
.
Yang aku bingungin, bs ga sih kita tetep ngelakuin sesuatu dgn se-enjoy mungkin, walopun, kita udah dikejer2 deadline? Bisaa ga sih kita yang menaklukkan deadline, bukan kita yang diperbudak deadlin? Oke, emang kita, sbage dedliner (halah) udah kodratnya diperbudak oleh deadline itu sendiri, tapi harusnya ada dong cara yang jitu bin jenius yang bisa bikin kita tetep ngelakuin pekerjaan itu dengan rasa enjoy, seneng, en ga terbebani, tapi kita tetep inget kalo deadline udah nungguin kita kayak ibu kos nungguin kita bayar duid kos-an ?????
C U M A
N A N Y A

February 18, 2009

My 3's definitely trully facts


I don't know what every person think about me,
But, I surely want to know.......... :
"What their impression about me?"
.
Why this simple problem can makes me wonder? Should I care?
Well.. it's not only about an useless question, but also emm.. I think I can define as 'something natural curiousity', that I believe each of us have these 'curious' to know who we are.
.
Soo.... I think i.. emm
1. However, I just wanna have a 'simply life', like a marshmallow, with its pastel and soft colors, but it's not mean a 'flat life', of course, I need more experiences to encouraging my life-insight.

2. just an ordinary girl with her grumpy-woumpy's dreams, still try to be the best girl in her house (halah). Now, with my capability, plus some bravely determined reason, I try to proofing my around's people, that I have something 'jedagjedug' and passion to motivating my self, and maybe I can do this with other people.

3. believe that sometime, I can do 'right' things such as writing, reading, smiling, alah
But, 'worse' thing...hmm.. Crazy, autism, childish, and bla bla bla. It because my two-personality.. is'nt it? haha
.
However they think about me....
I LOVE MY SELF...!!

February 17, 2009

P l u r a l i s m ?

Well.. fotonya emang bener2 absurd, maklum sajalah., tapi, kalau saja kita mau melihat lebih dalam sosok di foto itu, bukan, kita bukan sedang mencari 5 perbedaan di tabloid BOBO halaman 17, bukan juga nyari penampakan ukauka, tapi... Just FYI, dia, oke, ehm, beliau itu..
:: Dr. Andreas D'Souza, seorang India beragama Kristen, pendiri dan pemrakarsa Henry Martyn Institute : International Center for Research, Interfaith Relations and Reconciliation.   
.
Iya, aku tau, aku sebelum aku ikut seminar beliau, (Sesi I : "Moslem in India and The Impact in Their Community", Sesi II : "Pluralism") aku sama sekali belum ngeh, siapa sihh bapak iniii? Aku bahkan mau ikut ke seminar ini karena ada jeda lumayan lama sebelum kuliah yang kedua, plus emang dosen ku meng-sunnah muakkad-kan untuk dateng ke seminar ini, jiahh..

Tapi abis aku googling, baca forum2 serius (alah), plus blog-walking, aku baru tau, betapa tenarnya bapak ini. Intinya beliau seorang, yak, Theolog, yang biasanya diasumsikan nyeleneh ato whatever lah, tapi dia, oke, Beliau, lebih mendedikasikan kepiawaiannya dalam Theologi untuk menciptakan kedamaian antaruma
t beragama (Especially Islam, Kristen, Hindu). 
.
Balik lagi ke masa2 hadirnya aku di seminar tadi, seminarnya Berbahasa Inggris, Well, kita semua para mahasiswa semester 2 lega karena si, oke, sang Bapak bahasa Inggrisnya ga kumur2, justru masih jelas benget aksen plus logat khas aca-aca nya. hehe
.


Dari 2 sesi presentasi nya, intinya yang Beliau bahas :
1. Di India, umat muslim biasanya berasal dari kasta yang paling rendah, iliterasi, tempat tinggal kumuh, miskin, hak2 dikekang. Umat Hindu, bernasib sebaliknya. Walaupun ada juga umat Islam yang bermukim di kota besar dan sukses, tapi cuma sebagian kecil. Mau contoh ? Iya, I see, Sahru / Shahroo Khan. haha

2. Muslim India 'terlanjur' di cap negatif. Walaupun Islam adalah agama terbanyak no.2 di India, namun tetap minoritas karena hanya 20% dari penduduk India. Islam di India yang terbagi menjadi Sunni dan Syi'ah, yang mana 2 aliran ini sendiri sering mengalami perbedaan yang diperdebatkan, hal ini membuat Muslim India dianggap tidak dapat menjaga persatuan. Ditambah isu terorisme, yang lagi2 'terlanjur' melekat ada umat Islam dunia. Plus mereka, orang India selain Muslim, hanya melihat konsep Poligami secara umum, tidak secara keseluruhan dan tidak menekankan pada nilai keadilan-nya. Selain itu, jilbab ataupun cadar masih dianggap tabu, dan membuat wanita muslim India dibedakan hak nya hanya karena alasan jilbab. Mereka pun menilai umat muslim India yang punya tradisi memiliki banyak anak merupakan sebuah ancaman.

::::::::Sekali lagi, ini masih menurut Beliau, bukan Saya::::::::

3. Untuk menghindari diskriminasi oleh dan untuk agama manapun, Beliau membuat sebuah 'Formula' yang terlihat klise, tapi tetap berbeda dan berbobot :
.... A. Kita harus dapat menerima perbedaan (dalam bentuk apapun, terutama agama)
.... B. Kita harus dapat menghargai perbedaan itu 
.... C. Melakukan i
nterpenetrary saling 'menembus' namun tetap menghargai batasan yang telah diatur dalam tia agama, dan bahkan dari tiap manusia itu sendiri
.... D. Dengan 'proyek' Doing-Theology yang diterapkan secara sederhana : 

"Jangan pernah bermaksud mengubah (agama) seseorang, namun tetaplah menjadi 'panutan' yang membuat mereka terpengaruh pada kita, hingga mereka dapat melihat kita, seseorang yang beragama berbeda dengan mereka, namun kita dapat saling merangkul dan menghargai siapapun"
.
Well. aku, harus aku akui, aku masih terbawa kebiasaanku : selalu melihat dulu background orang yang berbicara dengan ku. Dan yang paling sering aku amati plus cari tau paling pertama biasanya.. "Yang ngomong denganku ini agamanya apa sihhh?"
Islam, mengajarkan jangan melihat siapa yang berbicara, tapi lihatlah isi yang dibicarakannya. Tapi salahkah kalau kebiasaanku itu semata2 'Demi menjaga pikiranku agar tetap percaya dengan apa yang aku percayai selama ini, dan hanya sebagai antisipasi terhadap hal2 yang masih kontroversi, supaya aku bisa mempunyai cara pandang tersendiri' ??
Kalaupun aku udah tau mereka yang berbicara dengan ku ini, adalah seorang yang berbeda agamanya, aku akan tetap mendengarkannya, aku justru suka mengetahui pandangan dari seseorang yan beda keyakinan denganku, tentang apa yang sedang kami bahas.
.
Pluralism?
Hmm... Well, aku memang sangat2 salut plus bangga bisa mendengarkan seminar dari seseorang-yang-ternyata-terkenal ini,,..
Tapi, kalau kita bicara tentang pluralisme (khususnya agama), aku justru merasa agak nonsense aja gitu, bicara panjang lebar tentang usaha perdamaian atas nama pluralisme lah, ato apalah, tapi di Gaza sana, mungkin saja saudara muslim kita, seorang anak kecil yang belum mengerti apa2, justru menjadi korban dari konflik pluralisme agama, dengan polosnya dia bertanya "Di mana ayah ibuku? Di mana sekolahku? Mengapa rumahku hancur?"
.
Well. . . Speechless



February 10, 2009

dufan : bukti nyata masa kecil kurang bahagia

Masih di jakarta, acara mendadak liburan kami selanjutnya bertambah peserta : Papa, Oom+istrinya, plus 3 anaknya yang nakal minta ampun (Sampe2 kita smua ngusulin 3 anak ini 'diperbaiki' oleh nanny di acara nanny 911 dimetro tv itu, haha)
.
Lanjut

Mau ke mana kitaa??

Jujur sampe sekarang aku ga tau kenapa yang jadi maskotnya Dufan, si Dufan ama Dufi, harus seekor monyet, masi banyak binatang laen yang lebih lucu.. Kalo waktu TK dulu, kami semua justru bangga dibilang mirip monyet, Mengapa?
Begini rumus matematikanya :
.
Pernah ke dufan + Dikatain mirip Monyet + Menerima dengan senang hati = sbuah prestise.
Dufan gitu loh! biarin dikatain monyet Dufan-Dufi, yang penting, sekali lagi, Dufan gitu loohh..
Buat anak TK angkatan taon 1996, pernah ke dufan udah sama kayak mendapat barbie gratis, Anak Mas gratis, plus dapat tiket ke disneyland, tiap hari selama setahun. Wwaww.. 
.
Tapi sekarang, aku ke dufan lagi, dengan membawa 'sisa' ekspektasi berlebihan anak TK tentang Dufan, aku punya tujuan mulia : Melengkapi kebahagiaan yang belum tercapai di masa2 kecilku dulu.,,!! Dan semua itu bisa dilengkapi hanya dengan berbagai wahana di Dufan.. Berlebihan? Tapi pasti semua orang punya perasaan seperti ini.

Wajah2 bahagia masa kecil yang tertunda
.
Dengan wajah sumringah, pikiran melayang2, dan kaki yang ingin kesana kemari, semua kebahagiaan yang masih dapat di raih waktu naik perahu kora2, arung jeram, halilintar, de el el, seakan sirna waktu naek...Tornado.
.
Bermodal nekat dan berharap jantungku nanti ga ketinggalan abis naik Tornado, aku ikut dalam antrean. Ada 4 ksatria kura2 ninja yang siap beraksi:

Kiri-kanan : Papa, Aku, Kakakku, Sepupuku.
.
Kawan, mari kita lihat satu per satu ekspresi2 dari foto yg sebenernya diambil pas posisi kita semua ini lagi terbalik.
.
Papa : Papa termasuk salah satu orang yang percaya bahwa ketakutan bisa diatasi dengan cara menutup mata sambil meringis, dan terus bilang gini ke aku, apapun posisinya : 
"Gapapa, Thif..tutup aja matanya...ga jatuh kok, gapapa...waaaaa.....huwaaaaa....gyahahaha..Gapaapa Tif..Tutup mata...Waaaa....tolongggggg"

Aku : Buatku, posisi jjempol kaki yang menggembok, dengan jilbab yang hampir terus menutup mata, adalah paduan yang khas dalam rangka menaklukkan Tornado. Bisa juga ditambahkan dengan suara :
"Iya, Pa...udah tutup mata...huwaaaa,,,,mamamamaa....aauuuoooo" 

Mas Arie : Jujur kakinya yang terus mau nyoba ngelepasin jempol kakiku yang udah kugembok, menurutku bukan cara yang wajar untuk mengatasi rasa takut. Hal ini justru membuktikan bahwa apapun, kapanpun dan dimanapun, buat kakakku, jahil is d'best. Dia tak akan bertahan hidup tanpa berbuat iseng.

Uthie : Dari awal mulai gerak Tornadonya, sampe selesai n turun, yang aku denger cuma ketawa, walaupun keliatan mukanya agak pucat, tapi tetep ketawa..
.
Tornado ngebuat aku pengen muntah, tapi semua kembali normal saat ku lihat wahana yang amat  mendidik : ISTANA BONEKA....Yeaaahhh!!
.
Papaku bilang, dari zaman ke zaman, backsound nya istana boneka nggak pernah berubah, aku pun masih inget lagu ini, suara anak cewek yang lebih mirip suara penyanyi yang kejepit pintu sambil minum susu : Jadilah suara imut ala anak kecil, sedikit serak2 basah, kadang ada aksen kumur2 nya. 

Teenoneetnonenonenoneeett..

Semua kegiatanku di Dufan, membuat masa kecil kurang bahagia-ku terbalas sudah. Semua ini membuatku memberanikan diri untuk rela mengorbankan diriku, (walaupun ini udah ga musim qurban lagi) untuk selalu membela hak asasi anak2 kecil yang haus akan kebahagiaan... Hidup bahagia..! Hidup Dufann! Ganti Maskotnya! hehe



February 08, 2009

Masih Liburan, Liburan penuh kucing

Hari Sabtu, 31 Januari 2009, nyampe Jakarta 05.30 pagi. Ga ada yang bener2 punya rencana bakal ke Jakarta ber-7, (Udah kayak pasukan Bodrex). Justru biasanya kalo bner2 direncanain malah ga jadi2. Tapi ini, pas Kamis malem cuma buat bercandaan aja, . .
Kamis, Jam 20.00
Mama :  "Ke Jakarta yuuuk, liat Irma di skolahnya, maen ke dufan,hahaha..."
.
.
.
Jum'at, Jam 10.00
Mama :  "Eh, kenapa ga berangkat beneran aja? kan mumpung pada libur smuaa.. 3 hari gitu.. naek kereta aja, lebih seruuu"
.
Jadilah kami smua bener2 brangkat, Mama plus 2 anaknya, tante plus 2 anaknya, n budhe seorang, 7 orang, cowoknya cuma 1, kakakku, udah kayak ketua RT bawa rombongan pengajian.
.
Akhirnya, tujuan pertama ke sekolahnya Irma, anaknya tante, DI SMA Insan Cendekia BSD.
Kita nyampe jam10, tapi ternyata baru boleh nemuin Irmanya jam 12. Kayak mau ketemu napi ajaa.. 
.
Aku plus kakakku n sepupuku memanfaatkan waktu menungu dengan kegiatan sangat positif : Mengejar2 kucing... Abisnya, kucingnya banyak banget c..
.
Berikut satu kisah menarik tentang 2 insan kucing yang berhasil diliput tim Meong-Tainment :
.
Pemirsa...(Gaya ngomomg membahana bin lebay ala Insert), dapatkah anda membayangkan, jika kedua kucing yang sudah akhil baligh sama2 punya keinginan untuk kawin?
Jika anda punya kucing atau tahu tingkah laku kucing, mungkin anda tahu tanda2 kucing yang ingin kawin secepatnya... Tapi..tahukah anda jika kucing anda bertingkah seperti ini??  
"Ajari aku 'tuk  jadi pejantan tangguh, mungkin terlalu lama aku tlah bersmbunyi..."
Ini adalah gejala pertama kucing jantan yang kebelet kawin : Ngincer sang betina. Yaiyalah, masa' nyari Ryan Jombang.
.
Tapi pemirsa, lihatlah Si hitam, pejantan tangguh kita yang lebih memilih tempat di bawah mobil buat ngincer betinanya, sambil mendendangkan "Hei belang.. marilah kemari hei, hei, hei, hei..hei belang sayang.." sudah membuat seekor kucing betina yang belang 2, ke-GRan tersipu malu (Ini yang pantes disebut malu2 kucing..).
Alesannya milih si belang, love at first sight katanya. Hahaha. 
Tapi, ada alesan laen, "Abis hobi kita sama sihh"
.
Pemirsa... apakah anda penasaran?? hobi apakah gerangan yang dapat menyatukan cinta merekaaa??
Jawabannya adalaah (Pake gaya Fitri Tropica)
.
.
"Ya ampun apaan sih ini, pake di foto2 sgala, kan lagi syuting kucing2 cintrong..sssst!"
Ternyata oh ternyata..hobi yang amat romantiss... Bersembunyi di bawah mobil...
Lihatlah sang betina, sangat apik nan anggun, duduk di haribaan Posisi Wuenak-nya...
Mereka pun saling menebar kedipan dan meongan mesra, hingga akhirnya beberapa menit kemudian mereka keluar dari persembunyiannya masing2, memberanikan diri menatap dunia, berdua, hanya Si Belang dan Si Hitam.. Mobil Espass biru dan Kijang hijau akan menjadi saksi bisu awal kisah cinta mereka...
.
.
Hingga mereka memberanikan diri.. kawin di tengah parkiran mobil, di depan kantor SMA In-Cen yang segede gambreng itu, sama gedenya juga dengan jumlah saksi yang melihat aksi maut kedua kucing iniii...

Si Belang : "Yaoloh, aku pasrah! maafkan aku garfield, aku ga maksud selingkuh!"
Si Item : "Udah sayang, gapapa..kamu jd istri ku aja, ntar panggilannya nyonya ITEM, yahuud kan??"
Sambil kita mengelus dada, marilah kita bertanya pada salah satu saksi, sang kucing bernama Putih nan jelita harum mewangi sepanjang kumis, seorang model papan atas yang akan segera mengancam eksistensi Indah Kalalo dan Cathrine Wilson. 

Cat walk in the catwalk, halah.

"Akyu sih ga masalah si Item berpaling sama si Belang, toh masih ada Silvester ato Jerry musuhnya Tom itu, yang 

bakal melamar aku, Besok! Liat aja... nanti aku juga bakal kawin terang2an di depan si Item, di atas tiang bendera, pas murid2 lagi upacara!!"

.

^_^ v